{"id":278,"date":"2023-05-29T17:23:49","date_gmt":"2023-05-29T10:23:49","guid":{"rendered":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/?p=278"},"modified":"2023-09-28T13:40:10","modified_gmt":"2023-09-28T06:40:10","slug":"perbedaan-crossfit-dan-gym","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/","title":{"rendered":"8 Perbedaan Crossfit dan Gym"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Perbedaan Crossfit dan Gym<\/strong> bisa dibilang mencolok. Padahal, kedua olahraga ini berjalan berdampingan di awal kemunculan <a href=\"https:\/\/gymfitnessindo.com\/apa-itu-crossfit-dan-apa-saja-latihannya\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/gymfitnessindo.com\/apa-itu-crossfit-dan-apa-saja-latihannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Crossfit<\/em><\/a> pada 2000-an silam.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak lama setelah eksis, Greg Glassman, penemu Crossfit, dengan tegas membuat batas perbedaan yang mencolok bagi keduanya. Misalnya, istilah <em>Crossfit Box<\/em> dipopulerkan untuk \u2018memisahkan diri\u2019 dari stigmatisasi <em>Gym<\/em>; kurikulum latihan juga disusun, yang semakin mempertegas perbedaan itu. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah, apa lagi perbedaan yang lain? Perbedaan Crossfit dan Gym yang mencolok itu akan diurai  semuanya di sini, tuntas!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">TOC:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#perbedaan-crossfit-dan-gym-mencolok\" >Perbedaan Crossfit dan Gym, Mencolok<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#1-konsep-berbeda\" >1. Konsep Berbeda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#2-kurikulum-vs-preferensi-sendiri\" >2. Kurikulum vs Preferensi Sendiri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#3-fokus-latihan-berbeda\" >3. Fokus Latihan Berbeda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#4-grup-vs-individu\" >4. Grup vs Individu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#5-dengan-pelatih-vs-hanya-individu\" >5. Dengan Pelatih vs Hanya Individu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#6-intensitas-tinggi-preferensi-pribadi\" >6. Intensitas Tinggi, Preferensi Pribadi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#7-warehouse-vs-mewah\" >7. Warehouse vs Mewah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#8-tujuan-akhir-berbeda\" >8. Tujuan Akhir Berbeda<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/perbedaan-crossfit-dan-gym\/#kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"perbedaan-crossfit-dan-gym-mencolok\"><\/span>Perbedaan Crossfit dan Gym, Mencolok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, inilah <strong>8 Perbedaan Crossfit dan Gym<\/strong>, ditinjau dari berbagai sisi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1-konsep-berbeda\"><\/span>1. Konsep Berbeda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan Crossfit dan Gym yang pertama adalah pada konsepnya!<\/p>\n\n\n\n<p>Crossfit adalah metode pelatihan terprogram yang dipraktikkan dalam kombinasi berbagai gerakan dan bentuk latihan dari berbagai olahraga yang sudah ada sebelumnya, seperti gerakan senam (gimnastik), bersepeda, lari, berenang, angkat beban <em>(weightlifting)<\/em>, dll.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, Crossfit melatih aerobik (pernapasan dan peredaran darah), sekaligus anaerobik (kekuatan fisik).<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan Gym, adalah latihan olah tubuh <em>(body building)<\/em> dengan sejumlah bentuk latihan pembentukan massa otot, baik pada area tubuh tertentu, dan atau gabungan beberapa bagian otot sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<p>Kendatipun ada <em>warming up<\/em> di awal, dan peregangan di akhir sesi latihan di Gym, dengan menggunakan sepeda statis ataupun <em>treadmill<\/em>, tapi porsi olah pernapasan tersebut hanya sebatas itu. <em><a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/strength-training-adalah\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"927\" rel=\"noreferrer noopener\">Strength training<\/a><\/em> adalah fundamental, sekaligus yang utama pada Gym.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan Crossfit dan Gym berikut, lebih mencolok lagi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2-kurikulum-vs-preferensi-sendiri\"><\/span>2. Kurikulum vs Preferensi Sendiri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ya, yang sangat mencolok dari Perbedaan Crossfit dan Gym, ada pada bagian ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak lama setelah berdiri, Glassman membuat kurikulum Crossfit, yang berwujud metode (menu) latihan apa yang mesti dilakukan ketika seorang <em>Crossfitter<\/em> <em>visit<\/em> ke Crossfit Box. Menu latihan harian itu dikenal dengan sebutan: <a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/latihan-crossfit\/\" data-type=\"post\" data-id=\"346\">WOD <em>(Workout of the Day)<\/em><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua peserta Crossfit akan melakukan WOD tersebut (dengan sejumlah istilah latihan yang unik), dengan cara latihan yang sama. Kadang, hanya berbeda pada jumlah <em>Reps<\/em> dan <em>Set<\/em>-nya, dan berat beban yang diangkat \u2013 hal ini untuk mengakomodir <em>member<\/em> dengan kondisi kebugaran dan tujuan tertentu \u2013 misalnya, jika ia seorang atlet yang akan berlomba di <em>Crossfit Games<\/em>, atau tim militer yang mendapatkan misi khusus, maka porsi latihan akan jauh lebih berat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pada Gym, tidak mengenal kurikulum yang diterapkan seragam semacam itu. Orang bisa datang ke Gym dengan kondisi kebugaran apapun. Sepanjang biaya keanggotaan sudah dibayar untuk durasi tertentu, ia sudah bisa berlatih dengan alat apapun, dan dengan cara yang diketahuinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3-fokus-latihan-berbeda\"><\/span>3. Fokus Latihan Berbeda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan Crossfit dan Gym berikutnya, yakni pada fokus latihannya yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p>Kendatipun dalam praktiknya, <a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/olahraga-crossfit\/\" data-type=\"post\" data-id=\"80\"><em>olahraga Crossfit<\/em><\/a>, juga kadang mengisolasi latihan pada otot tertentu (seperti <em>jump<\/em> <em>box<\/em>, yang melatih otot kaki dan keseimbangan), namun &nbsp;secara umum, semua bagian tubuh bergerak (dilatih) pada saat bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, fokus Crossfit melatih sebuah gerakan, mendatangkan manfaat bagi keseluruhan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pada Gym, latihan terfokus pada satu atau beberapa bagian otot tubuh saja, yang dilakukan terus menerus hingga massa otot bertambah pada area itu, dan postur ideal tercapai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4-grup-vs-individu\"><\/span>4. Grup vs Individu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di <a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/crossfit-gym\/\" data-type=\"post\" data-id=\"130\"><em>Crossfit Gym<\/em><\/a>, para Crossfitter (atau kadang disebut juga dengan \u201catlet\u201d), bergabung dalam satu grup. Semua menu WOD hari itu, dilakukan bersama-sama. Sisi positif dari ini, yaitu saling memotivasi antara satu dengan yang lain; ada semangat kompetitif yang positif.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pada Gym, semua yang datang terkonsentrasi melatih dirinya sendiri. Bahkan, caranya membentuk suatu otot dengan <em>peralatan gym<\/em> yang ada, bisa jadi berbeda satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Jikapun ada kelompok yang berlatih bersama, itu sangatlah jarang. Latihan pun dilakukan dengan cara mereka, bukan mengikuti menu (program) latihan harian yang sudah dibuat sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sangat mencolok bukan perbedaan Crossfit dan Gym&#8230;\u2013 yang satu pendekatan latihannya, grup \u2013 yang lainnya, lebih individual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5-dengan-pelatih-vs-hanya-individu\"><\/span>5. Dengan Pelatih vs Hanya Individu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"726\" src=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/berlatih-tanpa-pelatih-di-gym-1024x726.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-281\" srcset=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/berlatih-tanpa-pelatih-di-gym-1024x726.jpg 1024w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/berlatih-tanpa-pelatih-di-gym-300x213.jpg 300w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/berlatih-tanpa-pelatih-di-gym-768x545.jpg 768w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/berlatih-tanpa-pelatih-di-gym-1536x1089.jpg 1536w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/berlatih-tanpa-pelatih-di-gym-2048x1453.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Salah satu yang mencolok dari perbedaan Crossfit dan Gym, yaitu yang satu dengan pelatih, sedangkan yang lainnya tidak.  <\/p>\n\n\n\n<p>Di <em>Box<\/em>, latihan dipimpin oleh seorang pelatih. Kendatipun WOD sudah terpampang di papan tulis, yakni melakukan gerakan \u201cKaren\u201d misalnya, yang sudah familiar bagi Crossfitters, keberadaan pelatih tetap ada \u2013 memonitor latihan \u2013 mengoreksi dan mengevaluasi sejauh mana latihan tersebut dilakukan, sudah benarkah atau masih belum tepat eksekusinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Eksistensi pelatih dalam Crossfit meminimalkan, bahkan menihilkan gerakan yang salah, yang bisa berakibat cedera serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Gym, sangat jarang ada pelatih yang mengawasi. Dulu, sekian waktu saya berlatih di Gym, hanya sekali saja saya diperhatikan oleh seorang pelatih. Dia mengoreksi cara saya menggunakan sebuah <em>alat gym<\/em>. Itu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang, kalau seorang member gym meminta ada pelatih khusus baginya, pengelola gym akan menyediakannya. Tapi tentu, dengan harga <em>membership<\/em> yang berbeda. &nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6-intensitas-tinggi-preferensi-pribadi\"><\/span>6. Intensitas Tinggi, Preferensi Pribadi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Berolahraga Crossfit, berarti siap melatih diri dengan latihan berintensitas tinggi. Meskipun, olahraga Crossfit memperagakan latihan-latihan fungsional (gerakan sehari-hari), namun intensitasnya tinggi, alias terdapat banyak repetisi pada semua jenis latihan. <\/p>\n\n\n\n<p>Bentuk latihan tidak melulu lari (dengan treadmill), menempuh jarak ratusan kilometer. Tetapi, dikombinasikan dengan gerakan lain, seperti <em>push-up<\/em> sekian Set. <em>Wall Ball<\/em> (melempar bola ke salah satu tiang dalam ruangan) sekian Set pula. Dilanjutkan dengan Jump Box beberapa Set, dan lalu berlari lagi ratusan kilometer.<\/p>\n\n\n\n<p><em><a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/crossfit-workout\/\" data-type=\"post\" data-id=\"290\">Crossfit workout<\/a><\/em> semacam itulah yang membuat intensitas olahraga ini tinggi sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Lain halnya dengan Gym, latihan berfokus pada pembentukan massa otot di setidaknya 5 area otot pada tubuh \u2013 tujuan itu dicapai dengan latihan yang terfokus pada satu area otot terlebih dahulu, misalnya latihan otot punggung yang dikenal dengan <em>Bent Over Row (BOR)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Si <a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/powerlifting-vs-bodybuilding\/\" data-type=\"post\" data-id=\"709\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>bodybuilder <\/em>atau <em>Powerlifter<\/em><\/a> akan melakukan BOR guna menstimulus otot punggung, sekaligus sedikit kontraksi pada <em>biceps<\/em> dan paha belakangnya, dengan <em>Reps <\/em>dan Set tertentu yang dipahaminya selama ini, dan atau menurut preferensinya pribadi. Kendatipun, latihan berikutnya bisa diarahkan pada otot <em>core<\/em> atau yang lainnya, tapi fokus awalnya tetap pada otot punggung yang belum terbentuk ideal tadi.     <\/p>\n\n\n\n<p>Terkait ini, dalam dunia Fitness, ada pula yang disebut dengan <em>Compound Exercises<\/em>, yaitu latihan yang langsung menstimulus sekaligus kelompok otot dan sendi. Tapi, berapa banyak Reps dan Set-nya merupakan standard umum, atau sekali lagi, adalah preferensi pribadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, tinggi atau tidak intensitasnya, bergantung pada si <em>bodybuilder<\/em>-nya. &nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7-warehouse-vs-mewah\"><\/span>7. <em>Warehouse<\/em> vs Mewah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/crossfit-box-bentuknya-mirip-gudang-1024x1000.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-280\" srcset=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/crossfit-box-bentuknya-mirip-gudang-1024x1000.jpg 1024w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/crossfit-box-bentuknya-mirip-gudang-300x293.jpg 300w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/crossfit-box-bentuknya-mirip-gudang-768x750.jpg 768w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/crossfit-box-bentuknya-mirip-gudang-1536x1500.jpg 1536w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/crossfit-box-bentuknya-mirip-gudang-2048x2000.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Satu lagi Perbedaan Crossfit dan Gym yang cukup mencolok, yakni pada bentuk dan kondisi tempat latihannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Box, khususnya yang berada di AS dan Eropa, tempat latihan yang disebut dengan beberapa istilah: Crossfit Gym, Crossfit Box, dan Box, lebih tampak seperti <em>warehouse<\/em> (gudang). <\/p>\n\n\n\n<p>Ya, seperti gudang! Ada rangka besi berukuran besar di plafon, dan tiang-tiang besi kokoh terlihat jelas menopang bangunan di sana sini. Tiang-tiang tersebut ada fungsinya untuk jenis WOD tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak box (pylo) tampak tersusun. Ada ban mobil dan traktor. Ada tali kapal di lantai dan yang menggantung. Dan, berbagai <em><a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/crossfit-equipment\/\" data-type=\"post\" data-id=\"323\">Crossfit Equipment<\/a><\/em> lainnya, yang sejumlah di antaranya terdapat pula di Gym \u2013 suasana Box tampak luas, dan bentuk bangunannya, umumnya terlihat seperti persegipanjang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lihat juga<\/strong>: <a href=\"https:\/\/gymfitnessindo.com\/collections\/gym-package\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/gymfitnessindo.com\/collections\/gym-package\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Paket Alat Fitness untuk Memenuhi Kebutuhan Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan di Gym, umumnya tampak lebih bersih, teratur, dan so pasti mewah. <em>Size<\/em> tidak seluas dan selega Box. Dan, sudah pasti dipenuhi dengan berbagai alat fitness, yang memakan setidaknya 70% dari total ruangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8-tujuan-akhir-berbeda\"><\/span>8. Tujuan Akhir Berbeda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di bagian akhir dari perbedaan Crossfit dan Gym ini, terdapat satu persamaan mendasar. Apa itu? <\/p>\n\n\n\n<p>Terlepas dari tujuan pribadi, pada Crossfit Box, partisipan datang berolahraga untuk mencapai tingkat kekuatan ideal bagi dirinya, <em>full<\/em> bugar, dan berujung pada optimalnya melakukan segala gerakan fungsional yang ditemuinya sehari-hari (berjongkok, melompat, mendorong, menarik, dll).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada sebagian Crossfitter, tak hanya sebatas itu. Mereka berupaya mencapai \u2018kondisi tertinggi\u2019 dari olahraga Crossfit, yaitu menembus batas kemampuannya \u2013 berusaha keras mencapai <em>strength fitness<\/em> di atas rata-rata.<\/p>\n\n\n\n<p>Di AS, Crossfitter golongan itu, biasanya melibatkan diri dalam <em>Crossfit Games<\/em> yang dilakukan dari tingkat lokal Box di <em>region<\/em> tertentu. Dan, jika menang terus, lanjut sampai tahap olimpiade, dimana para atlet Crossfit sedunia memperebutkan status sebagai <em>Fittest on Earth<\/em> (Orang terkuat di bumi).<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sekian banyak perbedaan Crossfit dan Gym, saya kira ada persamaan mendasar dari berolahraga Crossfit dan latihan fitness di Gym, yaitu: <strong>Strength Fitness<\/strong> \u2013 baik atlet Crossfit, maupun powerlifter, sama-sama ingin memperoleh tingkat kekuatan fisik yang diinginkannya. Sebab, kalau sudah \u201ckuat\u201d, <a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/latihan-fungsional\/\" data-type=\"post\" data-id=\"1376\">gerakan\/latihan dan fungsionalitas<\/a> apapun itu bentuknya dapat &#8216;dilahap&#8217; jauh lebih mudah. Bukankah begitu\u2026?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dari sekian banyak perbedaan Crossfit dan Gym yang mencolok di atas, kita tiba pada pertanyaan klasik: <em>Mana yang terbaik, Crossfit atau Gym?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jawabannya sederhana: <em>Depends on you<\/em>. Tergantung pada masing-masing. Sebab, <em>goals<\/em> pribadi orang berolahraga berbeda satu sama lain. Anda yang tahu <em>goal<\/em>-nya, maka anda pula yang lebih tahu mana yang terbaik untuk ditekuni mencapai tujuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan Crossfit dan Gym bisa dibilang mencolok. Padahal, kedua olahraga ini berjalan berdampingan di awal kemunculan Crossfit pada 2000-an silam. Tak lama setelah eksis, Greg Glassman, penemu Crossfit, dengan tegas membuat batas perbedaan yang mencolok bagi keduanya. Misalnya, istilah Crossfit Box dipopulerkan untuk \u2018memisahkan diri\u2019 dari stigmatisasi Gym; kurikulum latihan juga disusun, yang semakin mempertegas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":279,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[24,25],"class_list":["post-278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-crossfit","tag-crossfit-vs-gym","tag-perbedaan-crossfit-dan-gym"],"blocksy_meta":[],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/perbedaan-crossfit-dan-gym.jpg",1280,867,false],"thumbnail":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/perbedaan-crossfit-dan-gym-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/perbedaan-crossfit-dan-gym-300x203.jpg",300,203,true],"medium_large":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/perbedaan-crossfit-dan-gym-768x520.jpg",768,520,true],"large":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/perbedaan-crossfit-dan-gym-1024x694.jpg",1024,694,true],"1536x1536":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/perbedaan-crossfit-dan-gym.jpg",1280,867,false],"2048x2048":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/perbedaan-crossfit-dan-gym.jpg",1280,867,false]},"author_info":{"info":["Magnus Fitness"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/crossfit\/\" rel=\"category tag\">crossfit<\/a>","tag_info":"crossfit","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}