{"id":3548,"date":"2025-07-19T19:38:26","date_gmt":"2025-07-19T12:38:26","guid":{"rendered":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/?p=3548"},"modified":"2025-07-19T19:41:00","modified_gmt":"2025-07-19T12:41:00","slug":"leg-press","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/","title":{"rendered":"Leg Press: 8 Alasan Dipilih Lifter Advanced"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia <em><a href=\"https:\/\/gymfitnessindo.com\/strength-training-apa-saja\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/gymfitnessindo.com\/strength-training-apa-saja\" rel=\"noreferrer noopener\">Strength Traning<\/a><\/em>, <em><strong>LEG PRESS<\/strong><\/em> masih sering dianggap sebagai salah satu latihan beban yang bersifat pendukung saja, bukan <em>workout<\/em> utama, terutama bagi pemula. Kenyataannya, justeru banyak lifter tingkat lanjut yang memasukkan <strong>latihan leg press<\/strong> sebagai komponen penting dalam program latihan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa bisa begitu? Berikut 8 alasan kenapa leg press menjadi latihan favorit para lifter <em>advanced<\/em>, bahkan di tengah popularitas <em><a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/powerlifting\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/powerlifting\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Powerlifting<\/a><\/em>: <em><a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/squat\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"1765\" rel=\"noreferrer noopener\">Squat<\/a><\/em>, <em><a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/apa-itu-bench-press\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"1978\" rel=\"noreferrer noopener\">Bench Press<\/a><\/em>, dan <em>Deadlift<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">TOC:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#1-penuaan-dimulai-dari-kaki\" >1. Penuaan Dimulai dari Kaki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#2-fokus-isolasi-otot-kaki-tanpa-beban-punggung\" >2. Fokus Isolasi Otot Kaki Tanpa Beban Punggung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#3-volume-latihan-lebih-tinggi-resiko-cedera-lebih-rendah\" >3. Volume Latihan Lebih Tinggi, Resiko Cedera Lebih Rendah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#4-leg-press-ideal-untuk-melatih-gagal-otot\" >4. Leg Press Ideal untuk Melatih Gagal Otot<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#5-variasi-posisi-kaki-variasi-aktivasi-otot\" >5. Variasi Posisi Kaki = Variasi Aktivasi Otot<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#6-bagus-untuk-masa-pemulihan\" >6. Bagus untuk Masa Pemulihan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#7-mendukung-latihan-split-secara-efisien\" >7. Mendukung Latihan Split Secara Efisien<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#8-cocok-untuk-teknik-intensifikasi\" >8. Cocok untuk Teknik Intensifikasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"#\" data-href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/leg-press\/#jangan-anggap-remeh-leg-press\" >Jangan Anggap Remeh Leg Press!<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1-penuaan-dimulai-dari-kaki\"><\/span>1. Penuaan Dimulai dari Kaki<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Banyak ahli kesehatan sepakat, bahwa proses penuaan paling awal sering terlihat dari lemahnya otot kaki. Otot-otot kaki yang melemah berdampak langsung pada postur tubuh, keseimbangan, mobilitas fungsional, dan bahkan meningkatkan resiko jatuh di usia lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah latihan leg press berperan penting. Gerakan yang kadang diabaikan para pemula ini melatih kelompok otot besar seperti: <em>Quadriceps<\/em>, <em>Hamstrings<\/em>, <em>Glutes<\/em>, dan <em>Betis<\/em> \u2013 semua otot itu sangat krusial dalam menopang aktivitas sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat <em>leg press workout<\/em> terkait penuaan pun tidak sedikit, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Menjaga kekuatan otot kaki agar tetap aktif dan mandiri saat menua.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Meningkatkan densitas (kepadatan) tulang, guna mencegah <em>osteoporosis<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Menjaga keseimbangan dan koordinasi, guna menolkan resiko mudah terjatuh.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Mendukung metabolisme tubuh, karena otot besar akan aktif membakar lebih banyak energi saat mendapatkan kontraksi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Meningkatkan sirkulasi darah ke bagian bawah tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, dengan memasukkan latihan ini secara rutin, lifter pro menyadari bahwa itu bisa memperlambat tanda-tanda penuaan, terutama yang berhubungan dengan kelemahan fisik. Ingat, kaki kuat = umur panjang dan mandiri dalam menjalankan kehidupan di masa tua.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2-fokus-isolasi-otot-kaki-tanpa-beban-punggung\"><\/span>2. Fokus Isolasi Otot Kaki Tanpa Beban Punggung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan squat yang memberi tekanan besar pada tulang belakang, latihan otot kaki ini memungkinkan lifter memfokuskan tenaga langsung ke otot-otot kaki \u2013 terutama quadriceps, hamstring, dan glutes \u2013 tanpa membebani punggung bagian bawah. Ini sangat berguna untuk lifter advanced yang ingin membatasi resiko cedera lumbar (cedera pada bagian bawah tulang belakang).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3-volume-latihan-lebih-tinggi-resiko-cedera-lebih-rendah\"><\/span>3. Volume Latihan Lebih Tinggi, Resiko Cedera Lebih Rendah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"827\" height=\"717\" src=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/volume-latihan-lebih-tinggi-resiko-cedera-lebih-rendah.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3552\" srcset=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/volume-latihan-lebih-tinggi-resiko-cedera-lebih-rendah.jpg 827w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/volume-latihan-lebih-tinggi-resiko-cedera-lebih-rendah-300x260.jpg 300w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/volume-latihan-lebih-tinggi-resiko-cedera-lebih-rendah-768x666.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 827px) 100vw, 827px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Lifter tingkat lanjut sering melakukan latihan dengan volume tinggi (set dan repetisi banyak). <em>Nah<\/em>, latihan ini memungkinkan volume besar tanpa tekanan sistemik tinggi, sehingga bisa menambahkan stimulus otot tanpa membebani sistem saraf pusat <em>(Central Nervous System)<\/em>, seberat squat berat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4-leg-press-ideal-untuk-melatih-gagal-otot\"><\/span>4. Leg Press Ideal untuk Melatih Gagal Otot<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Metode latihan hingga titik gagal otot <em>(muscle failure)<\/em>, penting untuk mencapai hipertrofi maksimal. Ini memang bukan untuk <em>level<\/em> pemula; <em>intermediate<\/em> dan <em>advanced level<\/em>, cukup biasa dengan metode tersebut. Nah, latihan leg press aman digunakan hingga titik mucle failure itu, karena tidak membutuhkan seorang <em>Spotter<\/em> dan tidak ada resiko barbell jatuh menimpa tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Kendati begitu, tidak berarti metode tersebut tidak mengandung resiko bagi para lifter tingkat lanjut \u2013 cara atau teknik melakukan leg press yang benar adalah keniscayaan, dan bobot beban yang tidak <em>overload<\/em>, pun merupakan prasayarat guna menihilkan resiko cedera.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5-variasi-posisi-kaki-variasi-aktivasi-otot\"><\/span>5. Variasi Posisi Kaki = Variasi Aktivasi Otot<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"827\" height=\"733\" src=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/alat-gym-leg-press.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3553\" srcset=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/alat-gym-leg-press.jpg 827w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/alat-gym-leg-press-300x266.jpg 300w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/alat-gym-leg-press-768x681.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 827px) 100vw, 827px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada <em>alat gym leg press<\/em>, seperti <em><strong>MAGNUS XTrainer 7<\/strong><\/em> dan <em><strong>Compact Leg Press<\/strong><\/em>, posisi kaki bisa diubah-ubah untuk menargetkan bagian otot tertentu, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kaki tinggi = lebih banyak aktivasi glutes dan hamstring<\/li>\n\n\n\n<li>Kaki rendah = fokus ke quadriceps<\/li>\n\n\n\n<li>Kaki lebar = aktifkan <em>adductor<\/em> (dalam paha)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Rekomen: <a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/show-detail\/58\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/show-detail\/58\" rel=\"noreferrer noopener\">MAGNUS XTrainer 7 untuk Latihan Leg Press Lebih Aman dan Nyaman<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Lifter advanced memanfaatkan variasi kaki tersebut untuk membentuk otot secara simetris dan proporsional \u2013 pemula, acapkali tidak memahami dan melakukan variasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6-bagus-untuk-masa-pemulihan\"><\/span>6. Bagus untuk Masa Pemulihan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bagi lifter yang sedang berjuang dengan cederanya, terutama di area punggung bawah atau stabilisasi <em>core<\/em>-nya, leg press merupakan alternatif yang tetap memberikan stimulus pada otot kaki, tanpa memperparah cedera di area tersebut. Tentu, bobot beban akan disesuaikan dengan kondisi terkini dari lifternya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7-mendukung-latihan-split-secara-efisien\"><\/span>7. Mendukung Latihan <em>Split<\/em> Secara Efisien<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam sistem latihan Split <em>(Push-Pull-Legs)<\/em>, leg press sering digunakan sebagai latihan utama, dan atau pelengkap setelah squat. Lifter advanced menyukai leg press karena bisa diatur intensitas dan temponya, sesuai dengan program latihan yang sedang dijalani.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8-cocok-untuk-teknik-intensifikasi\"><\/span>8. Cocok untuk Teknik Intensifikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"827\" height=\"763\" src=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-cocok-untuk-teknik-intensifikasi.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3554\" srcset=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-cocok-untuk-teknik-intensifikasi.jpg 827w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-cocok-untuk-teknik-intensifikasi-300x277.jpg 300w, https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-cocok-untuk-teknik-intensifikasi-768x709.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 827px) 100vw, 827px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Teknik intensifikasi <em>(drop set, rest-pause)<\/em>, dan tempo training, itu sangat efektif dilakukan pada leg press. Lifter pro sering memanfaatkan latihan otot kaki ini untuk mengkontraksi kaki tanpa kuatir akan keseimbangan, atau kelelahan sistemik seperti saat melakukan squat.<\/p>\n\n\n\n<p>Rekomen: <a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/show-detail\/612\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/show-detail\/612\" rel=\"noreferrer noopener\">Compact Leg Press, Pilihan Cerdas untuk Home Gym!<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"jangan-anggap-remeh-leg-press\"><\/span>Jangan Anggap Remeh Leg Press!<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bukan sekadar latihan \u201cpelengkap\u201d, leg press justeru jadi senjata rahasia banyak lifter tingkat lanjut. Mulai dari kemampuannya mengisolasi otot kaki secara efektif, resiko cedera yang relatif rendah, hingga cocok untuk berbagai teknik intensifikasi \u2013 leg press punya tempat penting dalam program latihan serius para lifter advanced.<\/p>\n\n\n\n<p><em>So<\/em>, jangan anggap remeh latihan ini! Ia justeru pilihan cerdas para pro. Buat anda yang sudah masuk ke tingkat <em>intermediate fitness<\/em>, dan ingin naik kelas, saatnya memanfaatkan latihan otot kaki ini secara cerdas \u2013 konsistensi, teknik yang benar, dan strategi latihan tepat, bakal <em>bikin<\/em> anda merasakan hasilnya yang lebih cepat dari yang diperkirakan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia Strength Traning, LEG PRESS masih sering dianggap sebagai salah satu latihan beban yang bersifat pendukung saja, bukan workout utama, terutama bagi pemula. Kenyataannya, justeru banyak lifter tingkat lanjut yang memasukkan latihan leg press sebagai komponen penting dalam program latihan mereka. Kenapa bisa begitu? Berikut 8 alasan kenapa leg press menjadi latihan favorit para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3551,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[131],"tags":[614,504,613],"class_list":["post-3548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-strength-exercises","tag-latihan-leg-press","tag-latihan-otot-kaki","tag-leg-press"],"blocksy_meta":[],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-1.jpg",827,552,false],"thumbnail":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-1-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-1-768x513.jpg",768,513,true],"large":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-1.jpg",827,552,false],"1536x1536":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-1.jpg",827,552,false],"2048x2048":["https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/leg-press-1.jpg",827,552,false]},"author_info":{"info":["Magnus Fitness"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/strength-exercises\/\" rel=\"category tag\">strength exercises<\/a>","tag_info":"strength exercises","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/magnusfitness.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}